Sabtu, 02 Juni 2012

Diagram Pareto

Tempat kerja kita dibanjiri oleh banyak masalah (semoga juga tidak terlalu banyak biar bisa pulang tepat waktu J), sedangkan sumberdaya yang kita punya, baik manuasia maupun waktu, sangat terbatas. Untuk itu kita perlu memusatkan sumberdaya yang ada untuk menyelesaikan masalah yang paling signifikan memberikan hasil terbesar. Prinsip Pareto atau lebih dikenal juga sebagai aturan 20/80 menyatakan banyak kejadian atau akibat sebesar 80% dari total efeknya hanya disebabkan 20% dari sebabnya. Prinsip ini dinamakan berdasarkan seorang ekonom dari italia yang bernama Vilfredo Pareto yang pada tahun 1906 mengamati dan menemukan fakta bahwa 80% tanah di Italia, hanya dimiliki oleh 20% dari total populasi. Contoh diagram Pareto adalah adalah sebagai berikut:


Dari diagram Pareto diatas, dapat diketahui bahwa hanya 4 Masalah yang menyebabkan kerugian terbesar, yaitu hingga 80% dari total masalah. Sehingga, untuk mengurangi total kerugian, kita dapat berfokus pada 4 masalah tersebut dari pada keseluruhan masalah yang ada namun tetap memberikan implikasi yang besar terhadap pengurangan total kerugian yang ada.

Pareto diagram merupakan salah satu perangkat kendali mutu (QC 7 Tools) yang membantu kita untuk menganalisa data berdasarkan kategorinya dan implikasi dari pola datanya (sebab terhadap akibat) terhadap akibat atau masalah seluruhnya. Serta membantu kita untuk memfokuskan usaha kepada kontribusi data terbesar (20/80)

Cara membuat diagram pareto secara sederhana melalui program MS Excel dalah sebagai berikut:

1. Definisikan apa masalah yang akan dianalisa (sebab) dan kumpulkan data kerugian dari masalah tersebut (akibat), contoh sebagai berikut:


2. Lalu urutkan berdasarkan jumlah kerugian mulai dari yang terbesar, hingga yang terkecil. 


3. Buatlah tabel sebagai berikut, lalu hitung rasio kerugian tersebut serta kalkulasi juga kumulatif dari rasio tersebut. 


4. Buatlah grafik batang dan secondary axis berupa grafik garis. Untuk grafik batang, gunakan data kerugian, sedangkan grafik garis gunakan data kumulatif rasio. Hasilnya adalah grafik sebagai berikut. Lalu interpretasikan berdasarkan hasil data dan tujuan kita dalam membuat data tersebut, misal mengurangi kerugian. 



Berdasarkan grafik Pareto, kita dapat mengolah berapa besarkah masalah yang kita hadapi, akibat dari setiapmasalah yang ada dan strategi apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan target yang ada. Jadi, misalnya kita dapat target untuk mengurangi kerugian sebesar 30% dari kerugian total Rp. 132.004 atau sebesar Rp. 39.601. Maka dari pada kita menurunkan seluruh kerugian baik masalah A sampai J masing-masing sebesar 30%, lebih effisien jika kita menurukan kerugian dimasalah yang paling besar yaitu G dan C dengan total kontribusi kerugian sebesar 65% (kumulatif) menjadi separuhnya atau 50%. Sehingga didapatkan hasil penurunan kerugian sebesar 32.5% sesuai atau melebihi target.

Diagram Pareto juga bisa kita gunakan sebagai analisa perbandingan sebelum dan sesudah perbaikan. Fungsinya adalah untuk menganalisa hasil perbaikan dan implikasi dari tindakan perbaikan yang dilakukan. Gambarannya sebagai berikut. 


Memungkinkan juga, dari hasil perbandingan Pareto sebelum dan sesudah perbaikan, terdapat distribusi data yang berubah, bisa jadi lebih baik atau lebih buruk, contohnya sebagai berikut.


Terdapat peningkatan kerugian di masalah F. Hal ini perlu dianalisa, apakah peningkatan kerugian ini akibat implikasi “negatif” penerapan perbaikan ataukah ada akar masalah lain yang timbul.

Prinsip Pareto dapat kita gunakan juga sebagai filosofi dalam tindakan kita. Kita harusnya berfokus untuk mengerjakan dengan baik sebab yang 20% untuk menghasilkan akibat sebesar 80%. Contoh sederhananya adalah, Tukul Arwana yang “fenomenal” hanya menggunakan 1 jam waktunya di acara empat mata, sedangkan sebagian karyawan menghabiskan 10 sampai 12 jam ditempat kerja (kurang lebih 20% tukul 80% karyawan untuk waktu kerja). Namun hasil sehari yang didapatkan Tukul Arwana jauh lebih besar dari pada gaji sebulan sebagian besar karyawan (kurang lebih 20% Karyawan 80% Tukul Arwana untuk besar penghasilan). 

15 komentar:

  1. makasi banyak atas tutuorialnya..
    sangat membantu :))

    BalasHapus
  2. Pak Miran, Terima Kasih artikelnya. Keep Posting :)
    Semoga tambah sukses :)

    BalasHapus
  3. makasih infonya bermanfaat banget buat skripsi nih...hehe

    BalasHapus
  4. Sanjaya and Dewi
    Sama-sama semoga manfaat

    BalasHapus
  5. gan,klo rasio nya 99% gmana?

    BalasHapus
  6. apa sih kekurangan klu pakai diagram pareto???

    BalasHapus
  7. makasih banyak tutorialnya, sangat membantu.

    BalasHapus
  8. mau tanya.. kalau data bangkitan dari distribusi pareto apakan nilainya negatif smua ya kak?

    BalasHapus
  9. mau tanya.. kalau data bangkitan dari distribusi pareto apakan nilainya negatif smua ya kak?

    BalasHapus
  10. bisa diperjelas yang dimaksud "nilainya negatif semua"?

    BalasHapus
  11. TERIMA KASIH, SANGAT MEMBANTU

    BalasHapus